Dua Arah Iman

Dua Arah Iman

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Memang perbedaan menjadikan kedua pihak mengetahui ciri khas satu sama lain...beda hal jika cinta antara dua manusia beda agama... Kisah dua insan yang menjalani cerita di SMA Pelita Bangsa Bandung ini...bertemu di awal tahun ajaran baru...yang kini selalu berjumpa tanpa sengaja....apalah arti cinta jika temboknya terlalu tinggi..antara kumandang adzan dan lonceng gereja, keduanya tak bisa bersatu terlalu mudah... "jika aku bersamamu, maka aku yang menanggung semua yang kamu butuhkan" Ucap Steven. Menatap hampa ke arah Eema yang sedu, membayangkan semua hal yang mustahil... Seperti salah satu lirik lagu Mangu : 🎵Jangan salahkan faham ku kini tertuju oh Siapa yang tau Siapa yang mau Kau di sana Aku diseberangmu 🎵 Sulit bersatu...kita tak akan pernah bersatu... "apa makna cinta jika terhalang pembatas diantara kita"sanggah Eema. ---------------------------------------------------------------- Peringkat Mengesankan Top 5 : #Muslimah Girl (1) #Insan (2)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines