Jiva & Kertasmu

Jiva & Kertasmu

  • WpView
    Lectures 8,095
  • WpVote
    Votes 379
  • WpPart
    Chapitres 21
WpMetadataReadTerminé jeu., févr. 5, 2026
WpInfo
Fiction
Thèmes Sociaux
Zizi adalah seorang pria muda yang berjuang melawan skizofrenia di tengah kerasnya realitas sosial yang sering tidak memahami kondisi mental. Setelah kehilangan pekerjaan, teman, dan harga diri, ia mencoba bertahan hidup di dunia yang menilainya dari masa lalu dan penyakitnya. Suara-suara halusinasi yang menghantui pikirannya menjadi simbol dari tekanan sosial dan diskriminasi yang ia alami. Namun di balik kegelapan itu, hadir Juns, satu-satunya orang yang tulus menemani Zizi. Melalui Juns, pembaca diajak melihat secercah cahaya: bahwa kasih sayang, empati, dan penerimaan bisa menjadi obat yang lebih ampuh daripada sekadar terapi Tidak ada niat menuding, tidak pula membenarkan.
(CC) Attribution - Pas d’Utilisation Commerciale - Partage dans les Mêmes Conditions
#6
stigma
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Wismatama
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Ritual Rasa
  • tradisi
  • Lysander Lowell De Villiers
  • REGAN's Crazy Wife
  • ​Adopted? (I Wish) [END]
  • Sastru Pinanganten
  • ELION
  • Luk Telu Belas

"Saya tidak pernah mau menikah dengan kamu, tapi karena paksaan saya menerimanya." ••••• Di usianya yang menjelang 30 tahun, Wismatama Pradana Kusuma dikenal sebagai perwira TNI AD yang dingin. Ketegasannya di sana membuat junior gemetar, kedisiplinannya mutlak, dan sorot matanya yang tajam seolah mampu menguliti siapa saja hidup-hidup. Namun, benteng pertahanan itu seketika diuji oleh kehadiran Mahesa Narendra-pemuda yang setiap tingkahnya selalu membuat Wisma ingin melemparnya langsung ke barak militer. Baru menginjak usia 23 tahun, Mahesa adalah produk dari kasih sayang orang tua yang berlebihan. Ia gampang merajuk, rapuh, dan teramat manja. Sifat ketergantungan Mahesa inilah yang memicu naluri Wisma untuk mendisiplinkannya dengan tangan besi. Takdir ironis menyatukan mereka lewat perjodohan paksa demi mempertahankan keutuhan hubungan dua keluarga. Di tengah badai ego, Wisma bersumpah tidak akan pernah menaruh rasa pada pemuda manja itu. Di sisi lain, Mahesa tak tinggal diam dan siap membalas setiap sikap kaku sang tentara tanpa berpikir dua kali. Akankah disiplin militer meluluhkan hati yang manja, atau justru kehangatan Mahesa yang meruntuhkan keangkuhan sang perwira? #Boyslove #Mpreg

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu