HUHU
  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2026
[Eitsss mau apa? no no ya, yang ini ga boleh dibaca, kecuali km follow ak]. Kehilangan banyak hal bisa di lewati, bahkan dipaksa terbiasa oleh rasa sakit. Kehidupan ini mengajarkan serta membalas setiap kisah yang lalu. Namun, kenapa harus Haidar? Ia muak, sampai akhir dia tetap yang terakhir di lihat. Kisah yang sangat ia hindari tapi harus dihadapi, masalah yang terjadi setiap ia melangkah. Pria 30-an itu mendengus samar ketika pintu diketuk dari luar, tak ada rasa peduli ketika orang tersebut masuk ke kamar inapnya. "Haidar, gue udah beli obat buat lo," katanya perhatian. Tapi percayalah orang itu hanya menatapnya datar sarat akan kebencian, ditangannya terdapat sebuah pil putih sederhana namun Haidar yakin benda kecil itu dapat membunuhnya dalam sekejap. Dan apa yang kamu harapkan? Haidar tak bisa menoleh ataupun mengeluarkan sepatah katapun, dia hanya bisa diam menunggu ajal menjemputnya. 'Gini amat hidup gue, heran.' batin Haidar pasrah. "Eukh! KUAKHHH...UKH!" ...? Beberapa saat kemudian waktu terulang kembali. "Bajingan mana yang bawa gue ke tahun ini lagi?" Lebih baik dia masuk neraka ketimbang mengulang waktu. Sial sekali. * * *
All Rights Reserved
#437
comedy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NARASI JEDA
  • LUAN MAVERICK
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • Bodyguard Salah Alur
  • After the Fall
  •  MARDARA
  • Trapped In The Novel
  • Crazy Obsession (End✔️)
  • GreenFlag? [ORINE]
  • Escape : Menjadi Pengganti Dosa Kakakku

Tiga tahun seharusnya cukup untuk mengubah luka menjadi abu. Namun, bagi Winona, waktu seolah berhenti saat ia melihat namanya bersanding dengan Kavi Arka Mahasura di daftar anggota Kelompok 11 KKN. Sialnya, Winona tidak hanya harus satu kelompok dengan sang mantan, ia bahkan terpilih menjadi wakil ketua. Ia menjadi pendamping setia Kavi dalam menjalankan program pengabdian. Alih-alih profesional, Kavi justru menggunakan kekuasaannya sebagai ketua untuk memojokkan Winona, melampiaskan sisa amarah dan sakit hati yang ternyata belum juga mati. Keadaan semakin keruh saat sosok Tasya hadir di antara mereka, memicu percikan cemburu yang seharusnya sudah padam. Bagi Winona, 40 hari di desa bukan lagi soal pengabdian pada masyarakat, melainkan arena pertarungan ego yang melelahkan. Akankah waktu 40 hari itu menjadi momen bagi mereka untuk melanjutkan narasi yang sempat berjeda? Ataukah ini justru menjadi kesempatan bagi keduanya untuk saling menghancurkan hingga berakhir lebih hancur dari sebelumnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines