C O M P L E T E L Y

C O M P L E T E L Y

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 14, 2026
Kanina adalah perempuan yang bersanding bersama Jericho bukan Karina yang sejak awal namanya tercetak rapi di undangan pernikahan mereka sebelumnya. Tentu saja membuat sebagian tamu undang bertanya-tanya beberapa bahkan tidak peduli, namun perhatian itu tidak sepenuhnya menuai reaksi yang berlebihan apalagi ini pernikahan yang memiliki 'tujuan' hal yang sudah biasa di kalangan mereka. Jericho yang awalnya terkejut saat mengetahui sang pengantin wanitanya berubah, kemudian pria itu menerimanya, tidak keberatan. Bukankah tidak ada yang berbeda? Sama saja kan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Secret Love Affair ✔️
  • Istri Siri  [END]
  • LOVE IN SHORT STORIES
  • Secret Love Story : Cinta Tidak Pernah Salah (21+)
  • The Sweetest Wedding [SLOW UPDATE]
  • Kinasih
  • Ctrl+P My Heart
  • Hot Mommy or Sweet Girl
  • Prediksi Cinta

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines