Heart Notification

Heart Notification

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 14, 2025
Kenapa rasa suka itu susah ditebak? Minimal jangan sama sahabat sendiri lah, jir! *** Bunga, seorang gadis biasa yang jatuh hati pada Reihan, sahabatnya sendiri. Berbeda dengan Bunga, cowok itu punya segudang prestasi. Dia selalu masuk sepuluh besar, menjadi anggota inti organisasi, jago badminton terus mewakili sekolah, dan juga punya banyak teman tentunya. Merasa tak punya hal istimewa, Bunga tak percaya diri untuk confess dan hanya bisa mengabadikan kisah cinta pertamanya di sebuah platform menulis. Lalu diam-diam menikmati perasaan yang terus tumbuh di hatinya, bersama Reihan yang selalu ada, seperti biasa. Rasanya itu lebih baik daripada menyatakan cinta kemudian akhirnya Bunga ditolak gara-gara tak punya prestasi. Namun, ternyata ada satu hal yang terlewatkan dan akhirnya membuat Bunga bimbang mengenai Reihan. Pacar. Ya, Raihan punya pacar. *** "Mencintai lo bukan bagian dari rencana hidup gue. Tapi, gue aja gak punya rencana. Berarti, ini jelas rencana Tuhan, 'kan?"-Bunga Aprilia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines