Rumah yang Kami pilih
Ramadhan datang tanpa mengetuk.
Ia masuk bersama suara adzan magrib, piring sahur yang dingin, dan doa-doa yang tak pernah benar-benar diucapkan.
Delapan laki-laki, tujuh kamar, satu rumah yang mereka pilih, bukan karena sempurna, melainkan karena tak ada tempat lain yang mau menerima mereka apa adanya.
Di rumah ini, ada yang memilih diam agar tak menyakiti.
Ada yang marah karena terlalu peduli.
Ada yang tertawa untuk menutupi kosong.
Dan ada yang tinggal paling jauh, seolah bukan bagian dari siapa pun.
Di antara sahur yang canggung, buka puasa yang hampir selalu terlambat, dan mushola kecil di tengah rumah,
mereka belajar bahwa luka tidak selalu sembuh dengan waktu, kadang, ia butuh didengarkan.
.
.
.
.
.
Warning!!!
Ateez Lokal!!!
Brothership & Family area...
Warning!!
- Semua ide cerita dan nama yang ada didalamnya murni pikiran sendiri.
- Jika ada kesamaan nama atau jalan cerita, bukan berarti plagiat. Karena ide cerita bisa saja sama.
- Kalau gak suka, gak usah baca...
- Cuma minjem visual
.
.
.
.
.
.
Start: 13 Februari 2026
End: