Takdir dalam Bayangan

Takdir dalam Bayangan

  • WpView
    Leituras 5,023
  • WpVote
    Votos 600
  • WpPart
    Capítulos 17
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, mai 7, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
"Hanya ada satu jalan... gabungan darah Uchiha dan Hyūga." Ruangan rapat Lima Kage mendadak senyap. Naruto mengepalkan tinjunya, wajahnya menegang. "Boruto dan Sarada masih terlalu muda. Aku tidak akan mengorbankan mereka dengan cara itu." Gaara menatap lurus ke arahnya. "Kalau begitu... hanya tersisa kalian berdua. Uchiha Sasuke dan Hyūga Hinata." ------------------------------ Dunia shinobi di ambang kehancuran. Musuh misterius dengan kekuatan tak terdefinisikan mengancam seluruh desa. Satu-satunya kunci untuk menyelamatkan semuanya: keturunan langsung dari klan Uchiha dan Hyūga. Boruto dan Sarada sibuk dengan misi vital lain, meninggalkan generasi sebelumnya untuk menanggung beban takdir. Sasuke dan Hinata. Dua nama yang tak pernah dipasangkan sebelumnya, kini dipaksa berjalan beriringan dalam misi besar yang menguji kekuatan, kesetiaan... dan hati mereka sendiri. Dalam perjalanan panjang, keheningan berubah jadi kenyamanan. Tatapan singkat jadi arti. Dan sebuah rahasia mulai tumbuh di balik cahaya kemenangan. Dunia menuntut pengorbanan. Tapi di antara cahaya dan bayangan, ada hal-hal yang tak pernah bisa dilepaskan...
Todos os Direitos Reservados
#344
narutofanfiction
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo