CAGAK: DUA JAGAL

CAGAK: DUA JAGAL

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing6h 30m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 19, 2026
Selamat datang di PULAU CAGAK-daerah istimewa di utara Djakarta, tempat di mana anak-anak lebih cepat belajar membunuh daripada membaca. Di sinilah dua bocah sinting, Anton dan Tony, muncul dari kabut-asap knalpot-dipersenjatai oleh warisan kolonial, trauma imigran, dan yoyo serta kebab Pak Darto. Mereka tidak minta dilahirkan jadi pembunuh. Tapi Cagak, dengan segala absurditas dan dendam kesumatnya, menuntut mereka untuk membantai demi bertahan hidup. Dari kantor pencakar langit Djakarta hingga kebun stroberi di Tjiwidej, dari minimarket Tanah Abang sampai istana pelacur Keluarga Martinez, mereka menari di antara peluru, darah, dan lelucon yang terlalu aneh untuk ditertawakan. Dalam dunia di mana hasrat dan martabat saling beradu, dua bocah ini malah sibuk adu bacot dan lomba kayang. Tapi jangan tertipu-setiap tawa mereka punya bayangan panjang. Dan di Cagak, bayangan selalu lebih mematikan dari wujud aslinya. Ini bukan sekadar kisah kriminal. Ini adalah simfoni kebodohan, kekuasaan, dan kekerasan yang dibungkus dengan logat Sunda, aksen Rusia, dan percik darah di setiap halaman.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyangga
  • My Best Mama
  • Demon Queen : Aireen Husna
  • Shanarqie
  • Antara Dua Dunia: Kisah Cinta Kita
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐋𝐎𝐕𝐄𝐋𝐘 𝐒𝐓𝐑𝐀𝐍𝐆𝐄𝐑 | 𝐂
  • AUREX : SHADOW PROTOCOL
Nyangga

Kumpulan kisah-kisah dengan segala keberagaman yang tercipta karena ada, kalau gaada berganti ( ) eh apa ya... Memang agak aneh sih ini dibuat, tapi ini pernah terjadi dalam keseharian. Menarik sih, tapi bisa saja mengulur. Kan kalau lagi main layangan begitu. Eh apasih! Bersembunyi terkadang tanpa disadar, berada paling bawah, memberikan dampat diatasnya entah besar mau pun kecil. Yang jelas sesuat ini harus diciptakan, bisa di kotak-katik sesuai selera. Suatu alasan mengapa semua terjadi? Dan ada penyelesaian jawaban, lalu mencoba mendiami atau merombaknya. Pikirkan. Bukan begitu sekarang dinikmati untuk menuntut setiap tangga nada terucap pada garis tak beirama, tanpa atlas dunia. Rumah. Dari sini senantiasa mencoba menjadi penengah, meski terkadang salah juga. Habis melihat yang berdebat tak menimbulkan titik temu. Beruntung nya ada papan tiang yang menunjukan bahwa ada jalan bebas hambatan dari segala persoalan. Hadir dalam jeda, walaupun mungkin di antara atas dan bawah. Muncul dari ruang kecil. Menopang, sebelum itu terjadi di bagian paling bawah ada yang harus dikuatkan. Sebelum menggelar. Tapi kalau sudah terlanjur engga ada salahnya. Kan bisa di benahi, masih ada sapu, pel, serta pewangi kalau dicari atau ditunggu, mungkin. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines