i don't know

i don't know

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Alifah, umur 25 itu sebenarnya tergolong muda tapi bagi orang sekitarnya umur segitu sudah kelewat tua kalo belum menikah. Alifah santai saja walaupun gak dapet cowok diusianya yang udah seperempat abad itu, tapi ngeliat ibunya yang udah resah gelisah ngeliat anak gadisnya masih awet ngejomblo padahal temen-temennya udah sold out semua bikin Alifah mau gak mau harus memikirkan nasib percintaannya. Akhirnya tercetus lah dalam pikirannya untuk mencari 'pacar pengalihan' alias pacar cuman buat pajangan lalu bertemulah Alifah dengan Liam. Laki-laki belok pertama yang dia kenal sekaligus orang yang paling suka memakai kalung salib dilehernya. "aduh Al, ibu pusing sama kamu ini. sekalinya kenal cowo kenapa harus beda agama? percuma diterusin kalo jalannya aja udah beda dari awal. kamu ini sebenarnya niat gak sih cari pasangan?" "enggak " •••
All Rights Reserved
#291
straight
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Work Life, Love Balance (END)
  • Half Of My Heart ​
  • Menuju Seperempat Abad [End]✓
  • MANAGER KEUANGAN [END]
  • THE REBELLOUSE! [END]
  • Spicy
  • Favorite Lecturer
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • Goodbye, Hello? [TAMAT]
  • Tanda Seru

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines