Ketika Luka Bertemu

Ketika Luka Bertemu

  • WpView
    LECTURAS 230
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, nov 3, 2025
Di tanah perbatasan yang dipenuhi bau mesiu dan sirene ambulans, enam sahabat lama kembali dipertemukan. Mereka datang sebagai dokter, tapi juga sebagai manusia yang membawa luka masing-masing. Dilara, sang ahli bedah saraf, masih dihantui trauma kehilangan pasien pertamanya. Dalam misi kemanusiaannya Dilara bertemu dengan sahabat-sahabatnya. Yasmin, Yazid, dan Zahra menjadi simpul persahabatan yang diuji antara pengkhianatan dan pengampunan. Di setiap operasi darurat, doa lirih mengiringi tangan-tangan yang berlumuran darah. Di setiap percakapan, mereka belajar bahwa luka batin tak kalah perih dari luka fisik. Namun justru ketika luka-luka itu bertemu, mereka menemukan ruang untuk sembuh-melalui iman, persahabatan, dan cinta yang tak terduga. "Luka bukan hanya tentang sakit. Luka adalah pesan, pertemuan, dan jalan pulang. Karena ketika luka bertemu, cinta pun menemukan jalannya."
Todos los derechos reservados
#39
kemanusiaan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido