Puisi Hujan Senin Pagi

Puisi Hujan Senin Pagi

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 15, 2025
Hujan... Engkau menghampiri juga ke bumi pada akhirnya, Rintik pertamamu kala menyentuh atap rumahku terdengar begitu nyaring seindah lagu Harmoni dari Gita Goetawa, Membuat rerumputan depan halaman rumah mulai menari dan melenggok dalam irama angin yang tetiba ikut berbisik di pagi Senin ini, Ketahuilah wahai hujan, Sejujurnya sebelumnya, aku sudah penat menanti hadirmu, Bunga-bunga di pekarangan rumahku kemarin sudah pada layu, Bukannya aku enggan untuk menyirami mereka, Melainkan karena air sumur pun mulai mengering, Hujan, Meski kau tiba sedikit terlambat, Tetapi engkau adalah tetap sebuah rahmat dan berkah, Tatkala suaramu menyapu setiap helai daun-daun bunga keladi, Di saat curahmu mengguyur rumput-rumput yang semakin menguning diterpa terik mentari, Dalam sedetik mereka langsung bermandikan warna hijau segar dan cerah Aku tahu, keterlambatan mu bukanlah inginmu, Melainkan Qudrah dan Iradah dari Sang Pencipta-Mu, Pencipta kita semua, Hujan, Dengan kedatanganmu, Dari rona kematian kuning kusam pada rumput-rumput dan daun-daun keladi, Kini mereka menyala hijau kehidupan yang menyegarkan, Mereka menghela napas lagi, Tarian mereka semakin gembira ria saat engkau menyapa pagi senin ini, Seolah disihir oleh tetesan embun yang menyejukkan, Terimakasih ya Rabb..
All Rights Reserved
#228
hujan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semua Memukul (✅)
  • My Wish
  • Rembulan Yang Sirna
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • eudaimonia
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu

Lo pernah gak, tinggal serumah sama orang-orang yang semua punya trauma masing-masing? Gue pernah. Bahkan sekarang masih. Ada 13 anak di rumah ini. Yang satu trauma masa kecil, yang lain dibuang keluarga, yang satunya lagi gak tau arti kata "dipeluk". Kadang kita ketawa. Tapi lebih sering diem, bengong, atau nangis diam-diam di dapur. Bukan karena lemah, tapi karena hidup gak pernah ngajarin caranya sembuh. Semua memukul, gak pernah ada yang memeluk. Warn: Harsh Word, Friendship not Bxb/Boy Loves Start: Jum, 23 Mei 2025 End: Jum, 3 April 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines