Madhava Pramadana Hirawan memiliki ambisi yang begitu besar dalam politik pemerintahan. Semua usaha ia lakukan demi mencapai posisi yang lebih tinggi dari sang ayah, sebab ada sebuah harga diri yang ia agungkan. Demi mempertahankan harga termahal itu, Madhava memerlukan seseorang untuk memujanya. Kemuning Dara Mustika hanya seorang perempuan yang merangkak di bawah kaki si sulung Hirawan. Meski hidup dalam kuasa seorang Hirawan, Kemuning memutuskan untuk tidak bersikap lunak. Ia bersikap angkuh seolah tak tersentuh agar sayatan ditubuhnya lebih tahu diri, menyadarkannya bahwa ia bukan lagi seorang putri. Mereka hanya dua insan yang bersatu karena sebuah kekangan semesta. Saling menjerat hingga tanpa sadar menciptakan jerit yang nelangsa. Saat mereka memutuskan untuk berakhir, benang takdir justru mengikat mereka lebih erat.
More details