We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Aku, Kamu Dan Demo Kala Itu

Aku, Kamu Dan Demo Kala Itu

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sore itu, Oline hanya ingin pulang sekolah dengan Scoopy putihnya. Namun jalanan mendadak kacau-teriakan massa, sirine polisi, lalu asap putih yang menyengat mata. Gas air mata menusuk, membuat pandangannya kabur dan napasnya tersengal. Ia sempat panik, merasa seluruh tubuhnya lumpuh, seolah dunia menutup semua jalan pulang. Di tengah kepanikan itu, sebuah tangan meraih pergelangannya. Tegas, tapi menenangkan. Seorang laki-laki berseragam berdiri di hadapannya, wajahnya datar seolah tak terganggu oleh hiruk pikuk. Tanpa banyak bicara, ia mengoleskan sesuatu di bawah mata Oline. "Odol. Biar nggak perih," ujarnya singkat. Perihnya mereda, pandangannya kembali jelas. Dan saat itulah Oline melihat name tag kecil di dada seragamnya: Giandra Algaezhar. Nama itu terpatri begitu kuat, sama seperti tatapan dinginnya yang hanya meninggalkan satu kalimat- "Kalau lo masih mau pulang, ikutin gue." Bagi Oline, itu hanyalah pertemuan singkat di tengah asap. Tapi siapa sangka, justru detik itu adalah titik mula, jalan kecil yang diam-diam akan mengubah segalanya. Sebab kadang, takdir memilih cara paling kacau untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya tidak pernah bertemu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

More details
WpActionLinkContent Guidelines