Dendam berdarah

Dendam berdarah

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 16, 2025
Kota starlight adallah kota yang sangat maju dibanding kota kota lainnya, banyak orang orang yang memimpikan untuk mempunyai rumah di kota ini. Kota ini selalu ramai dengan anak anak remaja hingga dewasa dari pagi hingga pagi lagi cafe cafe selalu ramai dan lampu rumah yang tak pernah padam. Namun dibalik keramain yang nyaris terlalu sempurna, ada sesuatu yang mengganjal di kota ini. Sesuatu yang tidak bisa kita bicarakan keras-keras, tapi hanya cukup untuk dibisikan pelan-pelan. Dimana bayang-bayang kebenaran mulai terkuak, dan topeng kesempurnaan mulai retak. Dan apa yang akan terungkap ketika kebenaran akhirnya muncul? Disinilah cerita tentang kebenaran dan kebohongan dimulai, tentang apa yang tersembunyi di balik topeng kesempurnaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Shadow in the Lab
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Defiant [END]
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Fraktal Rahasia
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines