Di mata dunia, Maishelle Amourine dan Gideon Vander Finn Osric hanyalah sepasang kakak-beradik yang akrab. Shelle, gadis lembut yang hidup dalam buku-buku, dengan tatapan teduh dan langkah tenang. Dan Vander, lelaki berkarisma dengan sorot mata tajam dan wibawa dingin yang membuat banyak orang segan.
Ketika bersama, mereka tampak seperti potret keluarga sempurna, dua sosok yang selalu beriringan, saling melengkapi, dan sering dipuji karena kedekatan mereka. Namun di balik senyum manis dan pandangan orang lain, tersembunyi sesuatu yang tak pernah diucapkan. Rahasia yang menempel di setiap tatapan, setiap sentuhan, setiap perhatian kecil yang tampak wajar di mata orang lain. Kasih sayang yang seharusnya suci perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap, lebih dalam, dan jauh lebih berbahaya.
Vander menyimpan perasaan yang tak boleh ada.
Tatapannya pada Shelle terlalu lama, genggamannya terlalu erat, perhatiannya terlalu berlebihan untuk sekadar seorang kakak. Cinta itu tumbuh diam-diam, mengakar dari kebersamaan yang dipaksakan oleh takdir keluarga, hingga menjelma menjadi obsesi- api yang ia sembunyikan di balik nama dan peran yang seolah sudah ditetapkan sejak awal.
Dunia boleh marah, keluarga boleh runtuh. Tapi, bagi Vander hanya ada satu kenyataan, bahwa Maishelle Amourine bukan milik siapa pun, kecuali dirinya.
⚠️ WARN❗
Cerita ini memuat tema pernikahan antar saudara, obsesi, dan hubungan keluarga yang tidak sehat.
#8 emosional [27-9-25]
||FOLLOW SEBELUM BACA!!!||
"Ini kamar aku, nggak boleh nyelonong masuk tanpa izin" tegas Ala, kesal karena ruang pribadinya diakses tanpa seizinnya.
Kai menutup pintu, mendekat ke arah Ala yang sedang berbaring di ranjangnya.
"Ih, jangan naik" larangan Ala lagi-lagi diabaikan oleh pria itu.
Ala memberenggut kesal, pria kaku itu bahkan sudah bergabung di bawah selimut yang ia pakai.
"Sejak kapan suami istri punya kamar sendiri-sendiri?" bisik Kai tepat di belakang telinga Ala.
Ala merinding kegelian karena hangat hembusan nafas Kai.
"Sejak sekarang" pekik Ala begitu berhasil melarikan diri dari dekapan Kai. Dia berlari ke luar kamar, meninggalkan Kai yang tertawa puas setelah berhasil menggoda dirinya.
Masih terasa jejak usapan tangan Kai di perutnya tadi. Ala khawatir, apakah pria itu sudah tahu?
***
Cerita ini tentang dua sejoli yang hidup bertetangga namun tidak saling mengenal. Mereka bertemu karena sebuah insiden, hingga akhirnya semakin dekat dan mulai nakal tipis-tipis 🔞
⚠️⚠️⚠️
Terdapat beberapa konten dewasa eksplisit dan kata-kata vulgar, silahkan skip jika tidak berkenan. Bijaklah memilih bacaan.
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN KARENA BACA CERITA INI GRATIS.
JANGAN JADI SILENT READER!