We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Seasons We Forgot

The Seasons We Forgot

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 18, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Ini semua salahmu," bisikku, suaraku nyaris tak terdengar. Tapi aku tahu, dia mendengarnya. Dia selalu tahu. Matanya yang dulu selalu memancarkan kehangatan, kini hanya memantulkan pantulan lampu jalan yang basah. "Kamu selalu bilang kita akan selamanya," lanjutku, suaraku pecah. "Tapi ternyata 'selamanya' itu hanya sebatas sebelum dia datang, kan?" Di tangan kananku, ada foto kita berdua saat musim semi. Wajah kita cerah, tanpa beban. Kita tertawa, seolah dunia hanya milik kita. Di tangan kiriku, ada ponselnya. Penuh dengan pesan-pesan dari orang baru itu, yang entah bagaimana, telah menggantikan semua musim yang pernah kita lewati bersama. "Aku tidak pernah bilang akan melupakanmu," ucapnya pelan, suaranya terdengar lelah. "Tapi kamu melakukannya," balasku. "Kamu melupakan semua yang pernah kita janjikan. Kamu melupakan kita." -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stealing My Husband
  • MOTHER
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Dua Langit Berbeda
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • ATMA FATAMORGANA
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Unexpectedly Yours

Demi mendapatkan cinta sang suami, Katharina rela merubah dirinya sendiri menjadi orang lain. Kana sudah melakukan semuanya, merubah dirinya sendiri demi Bian, hanya agar Bian mau menatapnya dan menerima kedua anak mereka namun Bian masih terus membuat tembok besar yang sulit ia tembus. Ia sudah melakukan semua hal hingga kehilangan jati diri. Ia bersikap lebih tenang agar bisa sama seperti mantan kekasih tersayang Bian, ia berpenampilan sopan memakai rok dan gaun berwarna soft juga menggunakan make up tipis seperti perempuan tenang yang estetik dalam cerita-cerita. Ia merubah dirinya sendiri menjadi orang lain demi Bian, bahkan Kana tidak tahu apa semua yang ia lakukan ini adalah jalan terbaik ataukah ia sedang menghancurkan dirinya sendiri perlahan demi perlahan. Namun semua berubah saat kedua anaknya mendapatkan ketidakadilan yang membuat darahnya mendidih. Kana tidak lagi ingin mengalah dan menjadi orang lain, ia akan menjadi dirinya sendiri dan membalas Bian atas apa yang kedua anaknya alami. Kana akan memastikan kedua anaknya mendapatkan hak mereka dari sang Ayah. Ia akan mencuri sesuatu yang memang miliknya. Mencuri - hati, pikiran, bahkan tubuh - suaminya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines