Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
Caramelove {On Editing}

Caramelove {On Editing}

  • WpView
    MGA BUMASA 9,570
  • WpVote
    Mga Boto 391
  • WpPart
    Mga Parte 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Jul 3, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
[Completed] Caramel tak menyangka akan bertemu dengan Devan disaat ia sedang dalam proses melupakan tentang mereka. Perjuangan Devan untuk mendapatkannya kembali, mampu menghancurkan benteng yang dibangun dengan susah payah oleh Caramel. Namun, saat kesempatan itu kembali Caramel berikan untuk Devan, apa Devan akan menjaganya dengan baik?
All Rights Reserved
#252
wcaindonesia
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • After J (Complete)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Caramel (END)
  • SUGAR SWEET
  • I'm okay (END)
  • Behind The Smile
  • Khayalan gadis |√
  • Caramel
  • Karamel [Completed]
  • DIFFERENT TWINS [ END ]

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman