Broken pieces of us

Broken pieces of us

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 20, 2025
Sebuah Ruang Kosong Di ujung lorong yang ramai, di tengah tawa teman-teman yang riuh, ada satu hati yang memilih sunyi. Namanya Keona, dan bagi dia, cinta bukan lagi sebuah melodi yang indah, melainkan sebuah melodi yang rusak. Ada luka dari masa lalu yang tak pernah sembuh sempurna, meninggalkan trauma yang mengakar, mengubah janji manis menjadi tawa pahit, dan mengubah genggaman tangan menjadi kenangan yang terasa dingin. Setiap kali ada yang mencoba mendekat, jantungnya langsung membangun tembok, setebal dan setinggi ketakutannya. Dia percaya, bahwa untuk melindungi diri dari rasa sakit, satu-satunya jalan tidak akan pernah lagi jatuh cinta. Ketika Cahaya Datang Namun, takdir punya jalan lain. Di antara ribuan wajah, muncullah satu mata yang tak pernah lelah memandang ke arahnya. Dengan senyum yang hangat seperti matahari pagi, dan datangnya yang berjanji. Dia datang bukan untuk meruntuhkan temboknya, melainkan untuk membuktikan bahwa di balik tembok itu, ada taman bunga yang indah. Dia datang dengan sabar, tidak pernah memaksa, hanya terus menunjukkan bahwa cinta bisa sehangat pelukan, bisa menjadi tawa, dan tidak selalu meninggalkan luka. Dia hadir bukan untuk mengulang cerita lama, tapi untuk menulis bab baru, yang isinya penuh dengan janji-janji yang akan ditepati, dan rasa sakit yang akan disembuhkan. start : 18 September 2025 -08.32
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MUKTI AGUNG
  • PERIHELION
  • Halo Gus!!
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • The Lost Cael (Selesai)
  • Tsundere Maniak Susu
  • After the Fall
  • Bodyguard Salah Alur
  • ENVELOVE
  • Sialan, Ko Jadi Gini?! [END]

(Manipulatif, redflag) Terjadi penggerebekan di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota, para warga desa berbondong-bondong mendatangi sebuah rumah saung yang terletak ditengah hamparan sawah yang ditumbuhi jagung. Laura berusaha menjelaskan, bahwa tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Mukti di rumah saung itu, namun tidak ada satupun yang mempercayai ucapannya, bahkan kedua orang tuanya pun tak percaya. Diam-diam, Mukti tersenyum melihat keputusasaan Laura, mungkin dikampung ini, hanya gadis itu yang tau bagaimana gilanya dia. "Rantai bernyawa ini, bakal susah dilepasin neng." bisik Mukti di telinga Laura.

More details
WpActionLinkContent Guidelines