Dinding SMA

Dinding SMA

  • WpView
    Reads 3,165
  • WpVote
    Votes 337
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 2, 2026
Di balik senyumnya yang lembut, Azalea Nayara Putri Raveena-atau yang akrab disapa Veena-menyimpan sisi yang tak banyak orang tahu. Ia bukan gadis yang haus perhatian, bukan pula tipikal remaja yang mudah jatuh cinta. Cantik, feminin, dan ramah, tapi sering memilih diam. Ada luka dan kesedihan yang membuatnya enggan memberi ruang untuk cinta masuk lagi ke hatinya. Hingga hadir sosok itu. Laki-laki basket dengan tatapan dingin-terkenal ganteng, cool, dan sulit didekati. Ia bukan orang yang sembarangan membuka percakapan dengan siapapun. Namun, di balik sikap dinginnya, ada ketulusan yang membuat Veena perlahan goyah. Keduanya berbeda dunia-Veena dengan ketenangannya, dia dengan sorot mata dingin penuh rahasia. Pertemuan mereka bukanlah kebetulan, melainkan awal dari kisah yang menantang hati dan logika. Apakah Veena akan tetap bertahan pada prinsipnya untuk menjauhi cinta, atau justru luluh pada seseorang yang selama ini tak pernah benar-benar membuka hati?
All Rights Reserved
#10
vanessazee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines