Cewek perfeksionis yang hidupnya teratur dan rapi, dan
Cowok sok santai yang suka bikin emosi.
Apa jadinya jika si perfeksionis ini, satu tim sama orang
paling nyebelin se-kampus?
Dalam riuhnya jadwal kuliah, tugas, dan ambisi masa
depan, keduanya dipaksa untuk bekerja sama. Namun,
semakin sering mereka bertabrakan, semakin tipis batas
antara benci dan sesuatu yang tidak pernah ingin Ana
akui.
Saat ego bertemu perasaan, siapa yang akan kalah
duluan? antara sindiran pedas, tatapan panas, dan rahasia
yang menyakitkan.
Apakah sindiran pedas antar satu sama lain itu,
menjadikan mereka sebagai rival abadi? Atau malah
menjadikan mereka sebagai pasangan abadi?
All Rights Reserved