Apa yang terjadi jika masa depan bukan sekadar waktu yang datang, melainkan permainan brutal yang menentukan siapa yang layak hidup dan siapa yang harus mati?
Zayne, seorang pria sederhana yang berjuang demi rumah tangganya, terjebak dalam lingkaran permainan mematikan. Awalnya ia hanya ingin bertahan, tapi setiap babak mengikis kemanusiaannya sedikit demi sedikit. Dari berbagi makanan hingga mengorbankan sesama, dari cinta semu hingga pengkhianatan berdarah, Zayne perlahan berubah menjadi sosok yang tak pernah ia bayangkan.
Di balik layar, berdiri seorang pria misterius berbalut setelan hitam dan topeng. Dialah otak dari permainan ini-seseorang yang mengendalikan hidup dan mati ratusan orang demi "masa depan" yang katanya lebih adil. Tapi ketika topeng itu terlepas, sebuah kebenaran menghantam: permainan ini bukan hanya tentang uang atau hiburan, melainkan dendam pribadi dan ujian psikologis yang melampaui batas kemanusiaan.
Future Game bukan sekadar kisah tentang bertahan hidup. Ia adalah cermin gelap tentang manusia ketika dipaksa memilih: bertahan dengan harga diri, atau hidup dengan menumpahkan darah. Novel ini menyingkap sisi paling liar dari jiwa manusia-ambisi, ketamakan, cinta, pengkhianatan-dan menanyakan satu hal penting: apakah kita benar-benar siap menghadapi masa depan, atau masa depanlah yang akan menghabisi kita?
All Rights Reserved