⚠️Banyak mengandung kata-kata kasar, harap bijak dalam membaca!⚠️
🥀
Langkah seorang gadis terdengar samar di tengah derasnya hujan. Sepasang sepatu hitam beradu dengan permukaan marmer Elstorn.
Langkah kaki itu berhenti tepat di hadapan seorang laki-laki asing. Tatapan mereka bertabrakan. Laki-laki itu menundukkan kepala, suaranya pelan namun terdengar tegas.
"Biasanya murid baru menunduk ketika aku lewat. Dan kenapa yang satu ini berbeda?"
Alyn tersenyum samar. "Biasanya orang yang merasa berkuasa suka mengemis validasi rendahan, seperti...yang baru saja kau lakukan."
Laki-laki itu tersenyum, matanya menyapuh wajah Alyn. "Rendahan? Kau tahu? Berani menatap tak sama dengan berani bertahan."
Alyn mendekat, suaranya terdengar seperti sebuah bisikan. "Begitu juga dengan mu, karena satu orang tak menunduk, berarti kamu tak benar-benar berkuasa dan ditakuti."
Laki-laki itu menyandarkan bahunya ke tembok, ia menatap name tag di seragam Alyn. "Annelise Auralyn Sylvara, nama yang terlalu bagus untuk seseorang yang suka bermain dengan api."
Alyn tertawa kecil. "Api tidak pernah memilih siapa yang akan akan ia bakar. Justru orang yang menantangnya yang akan menjadi abu."
Laki-laki itu terdiam sejenak, matanya menyipit, seolah baru saja menemukan sesuatu yang langkah. "Kau tahu?" laki-laki itu menjeda kalimatnya, dan Alyn memutar bola matanya malas.
"Senyumu terlihat manis tapi sekaligus beracun. Sweet poison. Itu nama barumu di Elstorn."
Alyn tersenyum lebar, matanya berkilat menantang. "Kalau begitu, jangan mencoba mendekat apalagi menyentuhnya...kecuali kau siap untuk melebur dalam neraka."
--------
🥀⛓🎭
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang