Whispers Behind the Classroom

Whispers Behind the Classroom

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Takdir mempertemukan mereka di kelas yang sama-dua orang asing yang duduk hanya beberapa langkah terpisah. Awalnya, mereka hanyalah teman sekelas. Namun, perlahan, tugas kelompok, tawa kecil di sela pelajaran, dan rasa saling mengerti tentang arti "berbeda" membuat mereka semakin dekat. Mereka menemukan begitu banyak kesamaan-mimpi, rasa takut, hingga kerinduan untuk benar-benar merasa "pulang." Dan di antara bisikan rahasia di balik kelas serta tatapan diam yang tak sengaja bertemu, persahabatan pun tumbuh menjadi sesuatu yang lebih. Namun ketika cinta hadir di antara dua jiwa yang tak pernah berencana untuk menetap, akankah jarak dan kenyataan memisahkan mereka... atau justru membuat mereka berjuang menjadikan bisikan itu sebuah kisah yang tak terlupakan? Start: 19 September 2025 Finish:
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines