Two Sides

Two Sides

  • WpView
    Reads 3,428
  • WpVote
    Votes 277
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 9, 2026
[COMPLETED] Bagi Film Rachanun, pertemuan pertamanya dengan Namtan Tipnaree bukanlah suatu hal yang bisa dikatakan romantis--- justru pertemuannya terjadi di tengah suasana mencekam saat mereka harus menjadi salah satu saksi atas insiden pembunuhan keji yang menimpa salah satu dosennya. Dari sanalah keduanya mulai saling mengenal, dan kebersamaan mereka perlahan menumbuhkan kembali debar yang telah lama hilang dalam hidup Film. Namun, membuka hati bukanlah hal yang mudah baginya. Trauma masa lalu membuatnya takut--- takut kembali merasakan kehilangan itu. Saat Film akhirnya memantapkan hati, kasus pembunuhan serupa terjadi. Lalu semua berubah menjadi keraguan untuknya, ketika mengetahui kedua kasus itu berhubungan erat dengan sahabatnya yang telah lama menghilang: Milk Pansa. Ketika Film mengira ia dihadapkan pada sebuah pilihan. Nyatanya, sejak awal pertemuannya dengan Namtan, telah menuntunnya pada kenyataan yang tak terelakkan, ketika kebenaran tentang Milk terungkap, tersingkap pula arti ketidakberdayaan pada apa yang sudah ditakdirkan.
All Rights Reserved
#168
namtanfilm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • The Villain Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Last Yes!

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines