Rintik Dalam Diam

Rintik Dalam Diam

  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 22, 2025
Nadira bukan gadis biasa. Di balik tatapan tenangnya, ia menyimpan luka yang dalam-luka dari amarah ibunya yang tak pernah reda, dari kata-kata tajam yang menusuk tanpa jeda. Setiap hari ia menjalani hidup di rumah yang seharusnya menjadi tempat aman, namun justru menjadi sangkar yang menyakitkan. Hingga suatu hari, hadir sosok Rio-lelaki sederhana dengan senyum hangat yang perlahan membuka pintu-pintu hatinya yang terkunci. Rio bukan pahlawan, tapi kehadirannya memberi Nadira ruang untuk bernapas, untuk merasa bahwa ia layak dicintai. Namun, tak semua cinta bisa bertahan. Saat luka masa lalu, tekanan keluarga, dan pilihan hidup datang menghantam, Nadira dihadapkan pada kenyataan bahwa tak semua cerita berakhir bahagia. Dalam rintik hujan dan diam yang menyelimuti, Nadira belajar tentang kekuatan, kehilangan, dan cinta yang terkadang harus dilepaskan.
All Rights Reserved
#948
senja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines