Serenata

Serenata

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 18, 2025
WARNING❗ MATURE CONTENT❗ * Adrien Ricci, pimpinan organisasi hitam paling berbahaya, melepaskan segalanya setelah peluru merenggut orang-orang yang dia cinta. Bersembunyi, jauh dari dunia yang pernah dia kuasai. Hingga suatu hari takdir menyeretnya kembali. Bukan ke lembah hitam, melainkan untuk berada di sisi Serenata Bellini, sosok terang di atas panggung, tetapi hancur di balik sorot cahaya. Dia tak pernah menyangka, pelukan bahaya justru berubah menjadi rasa. Dia terjebak, antara melindungi Serenata atau menghancurkan dirinya sendiri karena rahasia masa lalu yang tak pernah lepas, hingga kini terus mengejar. * "Dia adalah Serenata, serenade-alunan lagu cinta di malam hari-layaknya bintang terang, sementara aku adalah lautan kelam yang mungkin bisa meredupkan, bahkan menelannya hingga ke palung terdalam." ~ Adrien Ricci ~ "Kamu takut gelap, Adrien? Ada aku yang akan menjadi teman. Aku akan jadi lullaby-mu sampai kamu terlelap dan hanyut dalam mimpi indah. Dunia tidak akan lagi menakutkan selama kamu bersamaku. Aku pelindungmu." ~ Serenata Bellini ~ * 20092025
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines