The Bloodbound Vow (Janji Darah)

The Bloodbound Vow (Janji Darah)

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 10, 2025
Mereka dijodohkan oleh janji darah... tapi ditakdirkan oleh cinta. Aveline Sea Moretti putri tunggal keluarga kaya raya yang penuh rahasia. Cantik, lembut, tapi terperangkap dalam kesepian sejak kecil. Takdirnya ditentukan bukan oleh cintanya sendiri, melainkan oleh janji lama yang lahir dari darah dan peperangan. Ia dijodohkan dengan Pangeran Edmund Xavier Lancaster, pewaris kerajaan yang gagah namun berhati dingin. Bagi Edmund, pernikahan ini hanyalah beban, sebuah hutang lama antara ayahnya, Raja Edward dan Albert Moretti sang "musuh lama" yang pernah menjadi penyelamat. Di istana megah, Aveline dipandang rendah. Sang Ratu menolaknya, bangsawan mengejeknya, dan suaminya sendiri tidak menginginkannya. Namun di balik kelembutan dan kesabarannya, Aveline menyimpan keberanian untuk bertahan. Perlahan, tembok yang membeku di hati Edmund mulai retak. Di tengah intrik istana, bayangan masa lalu, dan janji darah yang mengikat mereka... cinta yang tak terduga mulai tumbuh. Mampukah dua jiwa yang terikat oleh dosa masa lalu menemukan cinta sejati? Ataukah mereka akan selamanya menjadi korban dari janji yang tak pernah mereka buat?
All Rights Reserved
#487
historicalromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines