Wings of Destiny

Wings of Destiny

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 24, 2025
Di balik pagar megah rumah Vandergaw, Gertrude tumbuh bak bunga rapuh dalam sangkar kaca. Putri seorang saudagar kaya, hidupnya penuh kemewahan namun terkungkung sakit yang membuatnya jarang melihat dunia luar. Hari-harinya dihabiskan menatap jendela kamar, menyapa burung, dan menunggu suara lembut yang paling ia rindukan... sang pujaan hatinya. *** Eli Clark, seorang peramal bijak dengan burung hantu yang selalu setia, menjadi satu-satunya teman sekaligus cahaya bagi Gertrude. Dari dahan pohon tua yang bersandar ke jendela kamar, ia bercerita tentang dunia luar yang tak pernah bisa disentuh gadis itu. Dalam tiap kisahnya, tumbuh rasa yang tak bisa disembunyikan dan mendalam. Hingga suatu hari, Eli berjanji akan menikahi Gertrude, membawa gadis rapuh itu keluar dari sangkarnya. Namun kebahagiaan itu terancam saat Eli menerima sebuah penglihatan dalam mimpinya: bayangan kelam wabah mematikan yang akan menimpa desa, merenggut nyawa banyak orang, termasuk Gertrude. Di antara doa dan ketakutan, Eli terperangkap dalam dilema. Apakah ia bisa mengubah takdir yang sudah ia lihat? Atau harus menerima bahwa cintanya ditakdirkan berakhir dalam pelukan maut? • • • Identity V © NetEase Games. Fanfiction by Evilsson Brothers.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]
  • Second
  • The King & The Doctor
  • Love at Time's Brink
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Given || Ju Jihoon
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • I Want to Live
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines