Autumn Promise

Autumn Promise

  • WpView
    Reads 16,757
  • WpVote
    Votes 244
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 2, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Di sebuah peternakan kecil di Amerika tahun 1950-an, James dan Evelyn menanti kelahiran anak pertama mereka. Evelyn yang hamil besar menjalani hari-hari penuh kelelahan dan kecemasan, sementara James bekerja keras mengurus ladang dan ternak. Di tengah kesederhanaan, cinta mereka tumbuh dalam obrolan hangat, sentuhan lembut, dan janji-janji kecil. Namun ketika musim gugur tiba bersama badai yang tak terduga, mereka harus menghadapi ketakutan terbesar: bagaimana jika cinta saja tidak cukup untuk bertahan? Apakah mereka mampu melewati malam yang penuh ujian itu, dan menyambut fajar dengan kehidupan baru di dalam pelukan mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • BACKSTREET
  • Drama di Pintu Kosan
  • REGAN's Crazy Wife
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Chana's Transmigrasi
  • Mission
  • Change The Plot (Niel) ✓

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines