Remaja [Hiatus]

Remaja [Hiatus]

  • WpView
    Dibaca 265
  • WpVote
    Vote 78
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Sep 28, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Di balik hiruk pikuk Depok Jakarta, ada kisah yang tak kalah panas dari jalanan kota permusuhan antar sekolah yang diwariskan turun-temurun. Tawuran, geng, dan harga diri jadi bagian dari keseharian para pelajar. Namun di tengah semua itu, hadir kisah yang berbeda. Dianita Putri Wiradana, gadis cantik dan lembut dari keluarga terpandang, jatuh cinta pada Pradipta Aryasatya Wiratama, ketua geng dari sekolah rival. Cinta mereka tak pernah sederhana-penuh rahasia, tatapan tersembunyi, dan godaan yang tak boleh diketahui siapa pun. Situasi makin rumit dengan kehadiran Lucian Dharendra Wicaksana, ketua geng sekolah Anita. Dingin, berwibawa, dan dihormati, Lucian menjadi simbol pelindung sekolah sekaligus bayangan yang mengawasi setiap langkah Anita. Ketika dua sekolah akhirnya sepakat berdamai, bukan berarti masalah selesai. Justru saat itulah babak baru dimulai: pertemuan di kantin yang penuh tatapan, perjanjian yang dibacakan dengan gengsi, dan benih cinta yang tumbuh di tengah bayang-bayang permusuhan. Remaja adalah kisah tentang cinta pertama, persahabatan, gengsi, dan pertarungan batin di masa putih abu-abu. Sebuah cerita di mana cinta bisa muncul di tempat yang paling tidak terduga, bahkan di tengah dunia yang penuh permusuhan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#264
sekolahsma
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan