Aura Warna

Aura Warna

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 22, 2025
Calistra bukanlah seorang peramal. Ia tidak melihat masa depan melalui cermin atau bola kristal. Kemampuannya jauh lebih personal dan menyentuh. Sejak kecil, ia dapat melihat aura yang menyelimuti segala sesuatu-manusia, benda, bahkan tempat. Aura ini bukan hanya warna, melainkan bisikan takdir: gumpalan cahaya yang menari, bergetar, dan memancarkan gambaran emosi masa depan, harapan yang akan layu, atau bencana yang akan datang. Bagi Calistra, setiap orang adalah kanvas dengan goresan takdir yang belum selesai. Ia melihat aura merah yang bergejolak di sekitar seorang pria, pertanda amarah yang akan meledak dan menghancurkan hidupnya. Ia juga melihat aura keemasan yang tenang dari sebuah cincin, menjanjikan cinta sejati bagi siapa pun yang memilikinya. Namun, kemampuan ini adalah kutukan sekaligus anugerah. Ia tak bisa menolong semua orang. Sering kali, ia harus menyaksikan bisikan takdir yang tragis, tahu persis apa yang akan terjadi tapi tak berdaya mengubahnya. Novel ini mengisahkan perjalanan Calistra yang mencoba mengendalikan kekuatannya. Saat sebuah aura hitam pekat-yang belum pernah ia lihat sebelumnya-muncul di sekitar kota, Calistra harus memutuskan: apakah ia akan kembali bersembunyi di balik ketakutannya, ataukah ia akan melawan bisikan takdir yang gelap itu demi menyelamatkan orang-orang yang ia cintai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trapped in a Psycopathic Novel
  • Perfect Antagonist (on going)
  • Perfect Mom, Perfect Wife
  • MORGAN
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • When The Villain Looks at Me [END]
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • Binar Rembulan~Transmigrasi

Lunaria dalam bahasa bunga memiliki arti kejujuran, ketulusan, dan juga kemakmuran. Seperti arti namanya, ia menjalani hidupnya penuh ketulusan hingga akhirnya bisa hidup dalam keadaan damai dan tenang. Meski orang-orang yang melihatnya mungkin menganggap kehidupan Luna membosankan dengan aktivitas berulang, tapi Luna menganggapnya sebaliknya. Saking damainya hidupnya sekarang, Luna tak berniat untuk menikah atau memiliki keturunan. Ia ingin hidup sendirian dalam waktu yang lama. Kesendirian adalah temannya. Setiap pulang bekerja ia akan bersenang-senang dengan teman-temannya atau langsung istirahat dan di hari minggu ia akan quality time dengan dirinya sendiri sembari membaca Novel atau menonton film. Yah, hidup Luna sangat damai hingga suatu malam dengan sekejap hidupnya berubah 180 derajat. Ia tiba-tiba memiliki suami dan seorang putra berusia sembilan tahun. Luna berusaha mencerna semuanya hingga ia sadar, ia terjebak didalam sebuah novel yang pernah ia baca beberapa minggu yang lalu. Ia terjebak menjadi salah satu tokoh yang memiliki nama yang sama dengannya, Lunaria. Salah satu tokoh sampingan antagonis yang mati di cerita karena dibunuh anak kandungnya sendiri. Luna berusaha untuk mencegah kematiannya dengan merubah alur Novel. Namun karena hubungan keluarga tokoh Novel yang amat sangat buruk dan tak sesuai idealisnya, ia akhirnya memilih cara lain, jika ia tidak bisa kembali ke kehidupannya yang semula ia akan kabur dari kediaman ini. Tapi semuanya sia-sia dan tidak sesuai rencana. "Jangan buat masalah lagi atau aku benar-benar akan memotong tendon kakimu kali ini." ancam suaminya dingin. Luna takut. Apa psikopat gila itu akan benar-benar membuatnya lumpuh? "Apa kamu meracuni makanan ini?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penuh kecurigaan. "Aku tidak butuh!" ucapnya yang kemudian membanting piring didepannya kasar. Sudah cukup. Ia tidak bisa bertahan lagi menghadapi kegilaan pasangan ayah dan anak itu! S: 19-12-2023 P: 27/01/24

More details
WpActionLinkContent Guidelines