Hidup di Jakarta mengajarkan Ara tentang kerasnya dunia kerja, deadline yang tak kenal waktu, dan malam-malam panjang yang terasa sunyi. Di sela rutinitas itu, Ara menemukan hiburan kecil: sebuah live TikTok dari Moodbooster, coffee shop hangat di sudut Jogja.
Di balik layar itu ada Alfa - barista berkacamata yang humoris, ramah, dan selalu memakai topi. Cara Alfa berbicara tentang kopi, psikologi, dan cerita-cerita ringan membuat Ara betah menatap layar sampai lupa waktu. Rasanya seperti ngobrol berdua, meski ia hanya satu dari ratusan penonton.
Ara pun menjadi pengagum rahasia. Ia mulai menulis email anonim kepada Alfa, menceritakan potongan hidupnya di Jakarta. Email-email itu menjadi cara Ara berbicara dengan seseorang yang tak pernah ia temui, sekaligus cara meredakan penat yang ia simpan sendiri.
Hingga suatu hari, pekerjaan membawanya ke Jogja. Untuk pertama kalinya, ia menginjakkan kaki di kota yang selama ini hanya ia kenal dari cerita Alfa. Dan di sebuah malam, di coffee shop Moodbooster, Ara akhirnya bertemu dengan laki-laki yang selama ini hanya ia kagumi dari balik layar.
Pertemuan itu membuatnya bertanya: apakah perasaan yang selama ini ia simpan harus tetap menjadi rahasia?
Namira entah bagaimana dia masuk ke dalam sebuah novel Tampa judul, yang baru dia menamatkan bacaannya tadi malam.
Tapi ketika dia membuka matanya lagi dia sudah berada di tubuh yang berbeda,tubuh pemeran tambahan di dalam novel.
Mantan pacar dari protagonis pria yang memiliki waktu yang terbatas.