"I didn't send a message. But the world delivered me to him anyway."
Louisa adalah gadis Bali yang hidupnya dibentuk oleh keheningan-tanggung jawab, luka yang tak selalu terucap, dan dunia pastry yang menjadi satu-satunya ruang aman baginya. Ia belajar bertahan tanpa meminta, mencintai tanpa berharap, dan berjalan tanpa menoleh ke belakang.
Takahashi Ran hidup di sisi sebaliknya: sorotan lampu, latihan tanpa henti, dan ekspektasi dunia. Atlet voli profesional yang tampak memiliki segalanya-karier, nama besar, penggemar-namun diam-diam menyimpan ruang kosong setelah bertahun-tahun mengejar sesuatu yang akhirnya kehilangan makna.
Mereka datang dari dua dunia yang tak seharusnya bersinggungan. Siang dan malam. Matahari dan bulan.
Namun sebuah pertemuan kecil-di balik acara klub, hampers kue, dan tatapan yang nyaris terlewat-menjadi awal dari sesuatu yang tak mereka rencanakan.
Bukan cinta yang meledak. Hanya rasa yang pelan. Dan terlalu jujur untuk diabaikan.
Message in a Bottle adalah kisah tentang jarak yang tak kasat mata, tentang dua jiwa yang tidak saling mencari-namun justru saling menemukan. Tentang bagaimana seseorang bisa mengubah hidupmu bukan dengan janji besar, melainkan dengan hadir... tanpa meminta apa pun darimu.
"Even when the world doubts us, I choose you-flaws, fears, and all."
***
DICLAIMER:
• Story and OC's by cielmatcha
• This story is 100% fiction (names, characters, places, and incidents are products of the author's imagination)
Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern.
Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran.
"Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!"
-Raja Shaka
"Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja."
-Aresh