Garwa ; Jaeminjeong

Garwa ; Jaeminjeong

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 19, 2025
Sore itu, langit Yogyakarta merunduk kelabu. Di halte bus Malioboro, Dahayu berdiri dengan map penuh catatan kuliah di pelukannya. Hujan rintik yang turun pelan tak kunjung diikuti bus, membuatnya resah. Hingga petir mendadak menyambar, memecah keramaian, dan kertas-kertasnya jatuh beterbangan disapu angin. Saat Dahayu berusaha meraih lembar-lembar itu, seorang pemuda asing muncul lebih cepat. Dengan tenang ia menahan kertas yang hampir terbawa ke jalan, lalu menyerahkannya kembali. Sekilas tatapan bertemu, sederhana namun cukup untuk meninggalkan bekas. Bagi orang lain, mungkin itu hanya kebetulan kecil di tengah hujan. Tapi bagi Dahayu, ada sesuatu yang berbeda-sebuah perasaan samar yang tak bisa dijelaskan, seolah pertemuan singkat itu menyimpan awal dari kisah yang lebih besar.
All Rights Reserved
#2
garwa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heyu : Second Gear
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • GUMI [Completed]
  • Kamu Hanya Milikku
  • Skyline Marriage
  • El and Jerganio (End)
  • President's Wife

Heyu hanyalah satu dari miliaran manusia yang lahir tanpa keberuntungan. Terlahir dari keluarga yang hancur tidak membuat mentalnya runtuh-justru di situlah otaknya belajar bergerak lebih cepat dari siapa pun. Saat orang lain menyalahkan nasib, Heyu mencari jalan keluar. Saat hidup menekannya, ia menekan balik. Ketika ia sudah mendapatkan semuanya. Tuhan kembali mempermainkannya. Tanpa peringatan, jiwanya dikirim ke tubuh orang lain. Tidak masuk akal? Memang. Tapi itulah yang terjadi. Kini Heyu harus memulai lagi dari nol. Bukan dari gigi satu- melainkan gigi dua. Karena ini bukan pertama kalinya ia jatuh. Dan di kesempatan kedua ini, ia tidak lagi belajar bertahan- ia sudah tahu cara melaju. SECOND GEAR.

More details
WpActionLinkContent Guidelines