Asharika: Senyap di Antara Dua Dunia

Asharika: Senyap di Antara Dua Dunia

  • WpView
    مقروء 255
  • WpVote
    صوت 49
  • WpPart
    فصول 22
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: سبت, ينا ٣١, ٢٠٢٦
WpInfo
روائيّة
عاطفيّة
Asharika (Aca) bisa dikataka sebagai Anak Indigo. Tapi, dia bukan hanya bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk halus. Dia bisa melihat masa lalu dan meramalkan masa depan. Dia juga bisa melihat warna aura, membuatnya sangat peka terhadap perasaan di sekitarnya. Aca terlahir dengan kondisi tubuh yang lemah, lalu didiagnosa menderita penyakit jantung ARVD (Arrythmogenic Righ Ventricular Dysplasia) ketika umur 9 tahun. Bagi Yasa, dia adalah aib. Bagi Sang Bunda, dia adalah beban yang merusak karir. Puncaknya ketika baru lulus SMP. Sang Bunda menganiayanya hingga hampir meregang nyawa. Aca berpikir dia akan mati kali ini. Tapi... sayangnya tidak. Aca pun memutuskan untuk pergi ke Malang, Jawa Timur. Memulai kembali buku kehidupan untuk menemukan tujuan hidup yang baru.
جميع الحقوق محفوظة
#12
empath
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى