Ia terlahir dari kegelapan, makhluk yang terkutuk dan hanya mengenal bara serta bisikan dosa. Namun matanya pernah menangkap sesuatu yang tak seharusnya ia lihat-sepasang sayap putih, bersinar lembut, bagaikan harapan yang tak pernah ia miliki. Sejak saat itu, ia terobsesi.
Sayap putih itu menjadi lambang dari segala yang ia inginkan namun mustahil: kemurnian, kebebasan, dan cinta. Ia memburu cahaya itu, bukan hanya karena kagum, melainkan karena keinginannya untuk memilikinya, meski dengan cara yang salah.
Di sisi lain, pemilik sayap putih itu tak pernah mengerti mengapa kegelapan terus mengejarnya. Bagi malaikat itu, sayap hanyalah anugerah. Bagi iblis, sayap putih adalah obsesi, candu, dan mungkin satu-satunya alasan untuk terus bertahan di tengah api neraka.
Namun obsesi sering kali lebih dekat pada kehancuran daripada cinta. Pertanyaannya: akankah iblis itu berhasil meraih sayap putih dan menodainya, ataukah justru ia yang akan terbakar oleh cahaya yang terlalu terang untuk digenggam?
All Rights Reserved