Pertemuan di Bawah Hujan

Pertemuan di Bawah Hujan

  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 8, 2025
𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑐𝑜𝑣𝑒𝑟 𝑏𝑦 𝑝𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑠𝑖𝑙𝑎ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑣𝑜𝑡𝑒 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑑𝑎ℎ𝑢𝑙𝑢 Di sebuah sore yang mendung, Lauqa Nadira Putri bertemu dengan seorang pemuda misterius bernama Rayzan Maghta. Pertemuan tak terduga di bawah hujan itu mengubah harinya yang muram menjadi penuh warna. Namun, siapa sebenarnya Rayzan? Mengapa ia tahu banyak tentang Lauqa, sementara Lauqa bahkan tak pernah mengenalnya? Pertemuan singkat ini ternyata menyimpan benih cerita masa lalu dan rahasia yang akan perlahan terungkap... 𝐻𝐴𝑃𝑃𝑌 𝑅𝐸𝐴𝐷𝐼𝑁𝐺🌷🌷 𝐉𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐦𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐚𝐥𝐮𝐫 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐚𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐥𝐚𝐢𝐧 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐝𝐢𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧🤍🤍
All Rights Reserved
#14
soulmates
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines