Ketuk Pintu

Ketuk Pintu

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 28, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
(No plagiat judul/cerita) Happy Reading~ Ada beberapa orang percaya bahwa suatu sifat seseorang bisa berubah, dan Kaluna percaya bahwa pembunuh yang membunuh kedua orang tuanya bisa berubah. ‎ ‎Ada dua hal yang Kaluna benci di dalam kehidupannya. Malam, dan darah, Malam yang bisa ia rasakan bukan hanya malam biasa tetapi malam yang membuat ia kembali ke dalam masa lalunya. ‎ ‎Darah masih menetes dari sekitar tubuhku, dengan waktu dan suara yang terdengar "tenang, perlahan kamu akan mengetahui itu semua". Dia merasa ada teriakan yang tidak bisa kita lihat atau kita tau itu dimana tapi ia percaya bahwa ada keadilan yang harus ia ungkapkan. Akun IG @xchaa17 Akun tiktok @xchaa_13 bantu votee yaa gaisss thanks youu ‎ ‎
All Rights Reserved
#112
thirller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • My Perfect Model ( Republish )
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Shadow in the Lab
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Defiant [END]
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines