Diam Yang Menyimpan Jejakmu

Diam Yang Menyimpan Jejakmu

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 22, 2025
Setiap kata lahir dari rasa, dan setiap rasa selalu menemukan jalannya menuju seseorang. Tulisan ini adalah jejak-jejak kata yang kutulis bukan untuk dunia, melainkan untuk "dia" yang pernah singgah di ruang pikirku. Di sini, kau akan menemukan puisi singkat, kutipan sederhana, juga doa yang kuselipkan dalam diam. Mungkin sebagian hanya terlihat seperti rangkaian kalimat biasa, tapi bagiku, tiap huruf punya makna dan tiap jeda adalah perasaan yang tak terucap. Aku tidak pernah berniat menjadikannya cerita panjang seperti novel, karena yang kurasakan bukan kisah utuh, melainkan potongan momen, tatapan, senyuman, dan rindu yang terus tumbuh. Semoga lewat "Diam yang Menyimpan Jejakmu", pembaca bisa ikut merasakan hangatnya kagum, manisnya rindu, juga lembutnya doa yang tak selalu sampai pada pemiliknya. Terima kasih telah membuka lembar ini, semoga kau menemukan dirimu di antara kata-kata ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unforgettable Love
  • Mrs. Ex-Girlfriend
  • [C]✓Mrs. Maiq Hakimi
  • 3 Gadis Bunga (C)
  • THE LAST POWER
  • TAKDIR TERINDAH
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • 𝐔𝐒𝐓𝐀𝐙 𝐃𝐀𝐘𝐘𝐀𝐍 𝐙𝐈𝐐𝐑𝐈
  • Di sebalik layar
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid

Kematian seluruh ahli keluarganya dalam sebuah nahas udara telah mengubah kehidupan Hud yang ceria pada asalnya kepada seorang yang pendiam dan suka menyendiri. Peristiwa itu telah memberi tekanan besar kepada dirinya sehingga terpaksa mengambil ubat depresi setiap hari. Tujuh tahun berlalu, Hud belum dapat melupakan peristiwa pahit itu. Dia yakin ianya telah dirancang seseorang, lebih-lebih lagi dirinya kerap diekori. Hud nekad membalas dendam. Malam itu dia mengejar kereta yang sering mengekorinya, namun malang menimpa diri. Kereta yang dipandunya melanggar seorang wanita. Teka-teki tidak terjawab, sebaliknya Hud terpaksa menggalas beban di bahunya apabila wanita itu hilang keupayaan untuk berjalan, tidak mampu bercakap. Usaha menjejak pembunuh keluarganya tertangguh, sebaliknya tumpuan beralih kepada Zahra, si gadis yang telah dilanggarnya. "Aku takkan biarkan kau begini selamanya. Walaupun aku tak kenal siapa kau, kau tak kenal siapa diri aku...aku janji akan jadi dahan untuk kau berpaut"- Hud

More details
WpActionLinkContent Guidelines