Diam Yang Menyimpan Jejakmu

Diam Yang Menyimpan Jejakmu

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing<5 mins
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 22, 2025
Setiap kata lahir dari rasa, dan setiap rasa selalu menemukan jalannya menuju seseorang. Tulisan ini adalah jejak-jejak kata yang kutulis bukan untuk dunia, melainkan untuk "dia" yang pernah singgah di ruang pikirku. Di sini, kau akan menemukan puisi singkat, kutipan sederhana, juga doa yang kuselipkan dalam diam. Mungkin sebagian hanya terlihat seperti rangkaian kalimat biasa, tapi bagiku, tiap huruf punya makna dan tiap jeda adalah perasaan yang tak terucap. Aku tidak pernah berniat menjadikannya cerita panjang seperti novel, karena yang kurasakan bukan kisah utuh, melainkan potongan momen, tatapan, senyuman, dan rindu yang terus tumbuh. Semoga lewat "Diam yang Menyimpan Jejakmu", pembaca bisa ikut merasakan hangatnya kagum, manisnya rindu, juga lembutnya doa yang tak selalu sampai pada pemiliknya. Terima kasih telah membuka lembar ini, semoga kau menemukan dirimu di antara kata-kata ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PELUANG: MotoGP Uzair Abedeen
  • Di sebalik layar
  • 𝐔𝐒𝐓𝐀𝐙 𝐃𝐀𝐘𝐘𝐀𝐍 𝐙𝐈𝐐𝐑𝐈
  • Lelaki Itu Takdirku
  • Mrs. Ex-Girlfriend
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • SIAPA? |✓|
  • THE LAST POWER
  • [C]✓Mrs. Maiq Hakimi

MotoGP Malay Fiction Dunia perlumbaan moto sudah lama menjadi impian Uzair Abedeen. Berkat pekerjaan bapanya sebagai tim mekanik dalam perlumbaan DTS memberi peluang pada Uzair untuk selami dunia perlumbaan moto terkenal, MotoGP. Seawal usia 15 tahun, Uzair didaftarkan ke akademi perlumbaan, mengasah bakat yang sudah lama terpenda sehingga berjaya membuahkan hasil. Di usia 21 tahun, Uzair berjaya meraih gelaran juara dunia dalam Moto3. Hanya tinggal beberapa anak tangga sebelum Uzair dapat beraksi di perlumbaan MotoGP. Namun, sebaik terima kemenangan pertama, Uzair berubah menjadi seorang yang angkuh. Uzair sesat dalam keseronokan dunia yang membawa dirinya lupa pada keluarga dan agama. Pada Uzair, dia berhak peroleh kebebasan walaupun perkara itu haram di sisi agama. Tiada nasihat yang dapat kembalikan Uzair Abedeen ke pangkal jalan. Tidak sehingga bapanya bertindak untuk batalkan kontrak Uzair dan hantar anak lelakinya itu kembali ke Malaysia demi kebaikan Uzair sendiri. Awalnya, Uzair enggan tetapi apa yang dia boleh lakukan selain akur? Kepulangan Uzair di Malaysia membuatkan Uzair tidak bersemangat dalam lakukan apa-apa. Dia sambung belajar tetapi tidak pernah suka lakukan semua itu. Uzair rindukan latihan perlumbaan di Jerman serta sokongan daripada peminatnya. "Aku perlukan pembantu rumah tapi aku tak nak pembantu aku tu ada 24 jam dalam rumah aku" - Uzair Abedeen "Ambil aku! Aku boleh jadi pembantu rumah merangkap pembantu peribadi kau!" - Afra Seroja Pengenalan ringkas Uzair bersama Seroja memudahlan hidup Uzair. Semua kerja yang diberi oleh pensyarah, Uzair hulur pada Seroja untuk diselesaikan. Urusan rumah juga Uzair beri kepercayaan pada Seroja. Tidak sia-sia Uzair terima rakan kelas menjadi pembantu. Hubungan yang sebatas pembantu perlahan-lahan berubah menjadi akrab. Uzair selesa luahkan segalanya pada Seroja sementara Seroja sering menadah bahu, tidak mengomel saat dengar Uzair bercerita dan perlahan-lahan... melibatkan perasaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines