Hello Red Onion!

Hello Red Onion!

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 23, 2025
Alya Prameswari (25), gadis kantoran yang baru patah hati, mencoba mengisi malam-malam sepinya dengan bermain Roblox. Dengan nickname Red, ia hanya ingin melupakan luka dan tertawa lagi. Namun takdir mempertemukannya dengan Onion, seorang player misterius yang kocak sekaligus perhatian. Dari sekadar partner game, obrolan mereka berlanjut ke curhatan pribadi, hingga lahirlah candaan khas mereka. "Kalau digabung, Red + Onion jadi bawang merah. Bikin orang nangis." "Hehehe iya juga ya" Awalnya hanya gurauan. Tapi siapa sangka, semakin lama Red dan Onion justru menjadi alasan untuk tersenyum dan jatuh hati. Sayangnya, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Onion sering menghilang tanpa kabar, membuat Alya resah. Hingga suatu hari, Alya menemukan rahasia besar yang disimpan Onion.
All Rights Reserved
#46
dramatis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines