Malam yang Tak Pernah Tidur

Malam yang Tak Pernah Tidur

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 21, 2025
Di kota yang sunyi di bawah naungan malam, misteri lama mulai terkuak. Ketika tidur menjadi luksur yang tak terjangkau, kebenaran tersembunyi di balik kegelapan. Tokoh utama kita terjebak dalam pusaran kejadian yang tidak terduga, di mana setiap langkah yang diambil membawa mereka lebih dekat dengan kebenaran yang tersembunyi. Namun, apakah malam ini akan berakhir dengan jawaban, atau justru semakin dalam, jatuh dalam labirin kegelapan yang mengancam jiwa? Dengan setiap detik yang berlalu, kebenaran semakin dekat, tapi apakah tokoh utama kita siap untuk menghadapinya? start - Thursday 25 September 2025
All Rights Reserved
#225
perceraian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Shadow in the Lab
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Defiant [END]
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Fraktal Rahasia
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • My Perfect Model ( Republish )
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines