Sang Pengembara                          - TAMAT -

Sang Pengembara - TAMAT -

  • WpView
    Reads 10,416
  • WpVote
    Votes 1,233
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadComplete Thu, May 7, 2026
WpInfo
Fanfic
1Direction
5sos
A$AP Rocky
Crossover
Tentu nama Kian Santang sudah tak asing lagi di telinga kalian, bukan? Ya... Raden Kian Santang, putra bungsu Prabu Siliwangi dari Subang Larang. Sosok yang dalam banyak kisah dikenal sakti mandraguna, tangguh, dan berjiwa besar. Namun, apa yang akan kalian baca kali ini bukanlah sejarah, bukan pula kisah nyata yang tercatat dalam naskah kuno. Ini hanyalah sebuah fiksi-sebuah cerita rekaan yang terinspirasi dari nama besar Kian Santang, namun berjalan di jalur yang berbeda. Tidak ada kesamaan dengan sejarah manapun, karena di sini Kian Santang akan ditampilkan sebagai "Sang Pengembara", seorang pemuda yang menapaki jalan penuh luka, pengkhianatan, dan takdir yang mengguncang hidupnya. Ia bukan hanya seorang putra raja, melainkan jiwa yang terus diuji oleh penderitaan, kesepian, dan perjalanan panjang mencari arti sejati dari kekuatan serta pengorbanan.
All Rights Reserved
#28
subanglarang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KIAN SANTANG: Cahaya dari Balik Kegelapan
  • 𝗦𝗶𝗹𝗲𝗻𝘁 𝗕𝗼𝘆 [✔]
  • Bayang bayang yang menghantui Kian santang
  • KEMBALINYA RADEN KIAN SANTANG (SPECIAL.VERSION)
  • MY OVERPROTEKTIF BROTHER [✓]
  • Please Look At Me
  • Prahara Dua Zaman [ TAMAT ]
  • Raden Kian Santang (Mahkota Baru Pajajaran)
  • Mahkota Tanpa Takhta [ TAMAT ]
  • Evanescent [TERBIT]

Ada luka yang tak terlihat, lebih tajam dari pedang, lebih dalam dari jurang. Kian Santang terbangun dengan hati yang retak-dihantui bayangan masa lalu yang terus mencengkeram, meski di mata orang lain ia tampak diam dan tenang. Di balik senyum samar yang kadang muncul, tersembunyi tangisan yang ia pendam sendiri. Malam-malam panjang dipenuhi mimpi buruk, sementara siang hari membuatnya takut menatap wajah orang-orang yang pernah berarti. Kadang, ada bisikan halus yang merayap ke dalam pikirannya, menawarkan jalan yang pernah membuatnya hancur. Suara itu memanggil-manggil, berusaha menyalakan kembali api kebencian yang hampir padam. Namun Kian Santang menggigit perihnya hati dan menolak. Ia lebih memilih terluka dalam penyesalan daripada kembali menjadi alat kegelapan. Ia ingin berlari, namun ke mana pun melangkah, bayangan kelam itu selalu mengikuti. Satu hal yang ia tahu: cahaya tidak akan datang begitu saja. Ia harus berani menghadapi gelapnya hati, meski mungkin cahaya itu hanya secercah... atau sekadar harapan yang hampir padam. Apakah Kian Santang akan menemukan kembali arti hidup, atau selamanya terperangkap dalam kegelapan yang ia bawa sendiri? penasaran? Silahkan di baca cerita keduaku ini semoga kalian suka ya Tinggalkan jejak kalian dengan vote dan komen sebanyak banyaknya ya...... Salam dari aku Vaira.........

More details
WpActionLinkContent Guidelines