Delapan remaja dari latar belakang berbeda memutuskan melakukan perjalanan ke sebuah desa terpencil bernama Watoe Lintang-sebuah tempat yang tidak lagi tercatat di peta modern, namun menyimpan legenda kelam tentang pengorbanan delapan jiwa muda setiap tiga puluh tahun sekali.
Raden, Bima, dan Ilham, tiga sahabat asal Jawa, awalnya hanya ingin mencari pengalaman baru. Mereka ditemani Senja, gadis pengamat yang gemar menulis, dan empat sahabat internasional mereka: Sora dari Jepang, Élodie dari Prancis, serta si kembar Aria dan Aura dari Amerika Serikat.
Apa yang dimulai sebagai perjalanan penuh canda tawa berubah menjadi mimpi buruk saat mereka menemukan desa itu kosong, rumah-rumah lapuk, dan sebuah sumur tua di tengah lapangan yang seolah menunggu kedatangan mereka.
Satu demi satu kejadian aneh menimpa-bayangan orang tanpa wajah, bisikan dari hutan, dan hilangnya salah satu dari mereka tanpa jejak. Catatan kuno yang ditemukan Senja dan Élodie mengungkap kebenaran: kedelapan mereka bukan sekadar pengunjung, melainkan bagian dari lingkaran yang harus diselesaikan.
Kini mereka harus memilih-melawan kutukan dengan segala resiko, atau menerima takdir mereka sebagai korban berikutnya.
Di desa yang dilupakan sejarah, siapa yang bisa selamat, dan siapa yang hanya akan menjadi bayangan?
Todos los derechos reservados