Seorang perempuan yang selalu merasa dirinya tidak pernah cukup. Di cermin, ia hanya melihat kekurangan - wajah yang menurutnya tidak indah, tubuh yang terasa salah, dan eksistensi yang seolah tidak pantas berada di dunia. Ia tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya hanyalah kesalahan kecil yang terlanjur dibiarkan hidup.
Pernah sekali ia merasakan hangatnya cinta, sesuatu yang selama ini terlihat indah di mata orang lain. Namun, cinta itu hilang begitu cepat, secepat angin yang hanya singgah untuk meninggalkan dingin. Sejak saat itu, ia tidak pernah benar-benar tahu bagaimana rasanya dicintai. Tidak pernah tahu seperti apa rasanya menjadi seseorang yang dipilih, dijaga, dan dipertahankan.
Ia terus bertanya-tanya dalam hatinya: apa itu cinta? Apa itu suka? Apa itu bahagia? Apakah rasanya menyenangkan? Apakah benar cinta bisa menyembuhkan? Atau justru hanya meninggalkan luka? Ia hidup dalam tanya, dalam keraguan, dan dalam kesepian yang bahkan tidak bisa ia jelaskan dengan kata-kata.
"Ih, bego banget sih," gumam Sera waktu itu sambil menutup bukunya dengan kasar.
Ia ingat betul.
Ia berkata seperti itu.
Karena kesal.
Dan entah bagaimana--
Entah bagian mana yang salah--
Ia malah tersedot masuk ke buku ini.
Masuk kedalam dunia novel yang ia umpat.
Masuk ke tubuh karakter figuran yang ia cela.
Cover from Pinterest