Rasa di Ujung Senja [ON GOING]

Rasa di Ujung Senja [ON GOING]

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 21, 2026
Di sebuah toko rajut mungil di sudut jalan, Amara Hemalia menjalani hari-hari sunyi dengan merajut benang, seakan merajut ingatan dan rahasia yang tak pernah terucap. Hidupnya tenang, monoton, namun diam-diam Ia selalu menunggu seseorang. Hingga setiap Sabtu sore, seorang pria asing datang. Bukan pelanggan, hanya sekadar mengantar ibunya. Namun, setiap denting lonceng pintu yang menandai kedatangannya membuat hati Amara bergetar, layaknya benang kusut yang ingin segera terurai. Sepasang mata teduh itu menjadi rahasia kecil yang Ia simpan di balik gulungan benang berwarna. Sebuah harapan yang tumbuh perlahan, tapi tak pernah berani Ia akui. Apakah pria itu hanya sekadar pengantar setia, atau diam-diam menyimpan kisah yang sama? Dan di setiap Sabtu sore, rahasia itu semakin mendekat pada jawabannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines