Bagi dunia, Shelia adalah gadis dengan rambut ash blue yang selalu tertawa, dramatis, dan terobsesi dengan dimsum mentai. Tapi di balik topeng keceriaannya, ia menyimpan luka lama atas kepergian ibunya. Satu-satunya penguatnya adalah sang kakak-pelindungnya, dan sahabat terbaiknya.
Dunia yang ia bangun dengan susah payah di atas kerapuhannya itu hancur berkeping-keping saat kakaknya ditemukan tewas, dibunuh dengan brutal. Polisi menyebutnya tragedi, tapi Shelia menyebutnya kebohongan.
Ditemani sahabat setianya, Natya, Shelia memulai penyelidikannya sendiri, mengupas rahasia kelam yang mungkin menyeret kakaknya ke dalam kubur. Namun, semakin dalam ia menggali, semakin besar bahaya yang mengintai. Sang pembunuh masih di luar sana, dan ia tidak akan segan menambah satu lagi korban untuk menjaga rahasianya.
Kini, Shelia harus berjuang, bukan hanya untuk mencari keadilan, tapi juga untuk bertahan hidup, membuktikan bahwa gadis dengan luka yang menganga pun bisa menjadi seorang pejuang.
Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah.
Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap?
Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya.
Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya.
Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik.
"Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!"
•••
This is my first story, don't plagiaze it!