Story cover for FALLING INTO MARS by nasapenuhkasih
FALLING INTO MARS
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Sep 25, 2025
Di bawah indahnya langit biru, di dalam sialnya hari senin, Renjana dihukum membersihkan jendela ruang kepsek bersama seorang laki-laki karena telat. Laki-laki yang ia bayari karena ia lupa membawa uang, laki-laki yang ia tegur karena suara motornya begitu bising dan memekik telinga.
"Makasih, ya, buat semalam. Aku lupa bawa dompet. Jujur malu dikit-nggak deng, malu banyak. Kamu namanya siapa? Aku Marseric Whitmore."
"Renjana Ansaira, panggil aja Renjana, kamu harus kupanggil apa?" tanya Renjana yang tangannya masih mengelap jendela dengan muka muram, sebab ia paling tidak suka hukuman membersihkan jendela ruang kepsek, alasannya karena wajah sang kepsek membuat dongkol, bahkan sikapnya pun begitu.
"Mars planet sangar"
mendengar panggilan laki-laki pemilik motor gagah itu renjana tertawa. Panggilannya yang seperti anak-anak tidak cocok dengan tampang sangar motornya.
"ketawa dosa."
"bodoamat, motor kamu banyak dosa, bikin orang kesel." ejek Renjana.
"Yaudah besok dimodif biar Renjana gak kesel lagi."
Renjana tidak sadar bahwa kalimat Mars memiliki pesan tersirat yang mengandung makna cinta. Renjana bahkan tak sadar kala itu muramnya berhenti karena candaan yang Mars lukis untuknya.
All Rights Reserved
Sign up to add FALLING INTO MARS to your library and receive updates
or
#40seventeenau
Content Guidelines
You may also like
I'm Not Just a Figuran by izza21_b
56 parts Ongoing
Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel. Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata. Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan. ---><--- "Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?" "Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah." "Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel." "Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun." "Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja." . . "Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut. Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel? Bagi yang penasaran mampir aja oke . . Rank #🥇 fiance #🥇 fyp #🥇 mostwanted #🥇 teen #🥇 bucin #🥇 geng #🥇 iceboy #🥇 isekai #🥇 figuran #🥇 tenfiction #🥇 sekolah #🥇 fiksipenggemar #🥇 antagonis #🥇 tunangan #🥇 school #🥇 fiksi #🥇 sahabat #🥇 fiksiremaja #🥇 protagonis #🥈 cuek #🥈 baper #4 fantasi #5 transmigrasi #7 fiksi #10 romance Start : 10/8/25 End : -
You may also like
Slide 1 of 10
The Time cover
𝐍𝖾𐓣𝖾𐓣 cover
SPY  [95L-01L] cover
Back to Begin Again cover
ALVAS MATTHEO cover
Flying Butterfly cover
Hidup kedua Elian (akan hadir dalam versi buku) cover
Leonard cover
I'm Not Just a Figuran cover
NANGGALA cover

The Time

27 parts Ongoing

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.