JENDRA ||ENHYPEN AREA||

JENDRA ||ENHYPEN AREA||

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 26, 2025
Hari itu, Zalethea atau yang kerap dipanggil Zella memancarkan senyum bangganya karena ia berhasil lolos dari sekian banyaknya siswa siswi SMA KHATULISTIWA yang ketahuan terlambat. Dasha dan Vienna selaku teman dekatnya memberi tahu Zella bahwa Pak Ramdan-guru BK- tengah berjaga di sekitar koridor sekolah, menunggu mangsa yang tidak tahu aturan. Tidak ada tujuan lain selain unit kesehatan sekolah. Tapi, kehadiran kakak kelas 'gabut' yang sebenarnya juga sama sama terlambat, membuat sejarah awal cerita ini bermula. (⁠ノ゚⁠0゚⁠)⁠ノ⁠→ WARNING ⚠️⚠️⚠️ Cerita ini resmi hasil berpikir sendiri, tidak ada plagiat dari cerita di platform manapun!! Jika ada unsur kesamaan di nama, tempat, ataupun cerita, mohon dimaafkan karena terkadang imajinasi manusia itu sama. Dan manusia tempatnya salah dan lupa🙏🏻 HAPPY READING!!
All Rights Reserved
#373
parkjongseong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines