" RAKI "

" RAKI "

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2026
Akila Linda Rani gadis yang baik sekali dan disayang oleh kedua orang tua ya dan juga abangnya sekali pun, Akila juga mempunyai teman - teman yang baik pada nya yang suka bercanda bersama dia bisa dibilangin mereka teman terbaik yang Akila temui Dan ada juga orang yang datang kehidupan Akila dia Rangga Wirawan seorang anak geng motor sama seperti Arga si abang Akila ini bukan kebetulan tetapi Rangga dan Arga itu satu anggota Rangga (ketua) Arga (wakil). kok bisa? iya author juga bingung sih hehehe intinya gitu deh oh ya, mereka masih sekolah guys (SMA). Akila: Apakah kita akan selalu bersama? Rangga: Kau akan selalu jadi milikku kil Akhirnya mereka sudah jadian haha, tenang guys di AU RAKI ini tidak akan sad kok happy ending terus no galau - galau UwU💅 segitu aja ya, makasih sudah membaca au saya.
All Rights Reserved
#6
rangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marked by the Dragon
  • A Family of Villains
  • ATEYA
  • When The Villain Called Me Mother
  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]
  • The Duke'S Red String
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back

Bagi Evelyn, satu kesalahan kecil sudah cukup untuk menghancurkan hidupnya yang tenang. Saat ia tak sengaja menggeser rak buku di ruang kerja dan menyentuh pintu rahasia di baliknya, sebuah suara retakan misterius terdengar. Ketakutan akan hal itu, Evelyn melarikan diri dan menghilang selama seminggu, berharap semua itu hanya halusinasi. Namun, kembali ke kantor dengan surat pengunduran diri bukan berarti masalah selesai. Saat ia melangkah masuk dengan tangan gemetar, ia menemukan Damian Adhitama sedang berdiri di depan jendela besar. Pria itu, yang biasanya hanya peduli pada angka dan kekuasaan, kini menggendong seorang bayi laki-laki mungil yang sangat tampan. Begitu mata bayi itu bertemu dengan milik Evelyn, suasana kantor yang kaku seketika mencair. Bayi itu tertawa kecil, suara tawanya yang bening memenuhi ruangan, dan tangan mungilnya menggapai-gapai ke arah Evelyn. Dengan binar mata yang begitu tulus dan penuh kasih, si kecil itu menggumamkan satu kata yang membuat jantung Evelyn seolah berhenti berdetak, "Ma... ma!" Senyum bayi itu begitu manis dan hangat, hingga Evelyn tanpa sadar mendekat dan mendekapnya. Namun, di balik kehangatan itu, tatapan Damian mengunci dirinya dengan aura yang jauh lebih gelap. *** "Argh... Damian, ini sakit sekali," rintih Evelyn dengan napas yang memburu. Damian Adhitama tidak menunjukkan belas kasihan dalam bentuk kata-kata. Ia mendekat, melepaskan kancing kemeja Evelyn satu per satu dengan ketenangan yang mengerikan. "Itu karena kau melawannya, Evelyn. Kau menahan apa yang seharusnya menjadi milik anak itu." Tangan Damian yang besar dan hangat kini merangkum kelembutan yang sedang menegang dan terasa keras itu. Evelyn tersentak, mencoba menarik diri, namun tatapan Damian mengunci pergerakannya. "Diam. Kalau kau terus melawan, ini akan semakin sakit," perintah Damian dengan suara rendah yang menggetarkan saraf.

More details
WpActionLinkContent Guidelines