"Kadang, pahlawan lahir bukan untuk diselamatkan... tapi untuk menanggung luka yang tidak pernah sembuh."
🌑 Deskripsi Pendek.
●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●
Kazea-penguasa api dan kegelapan-pernah menjadi mimpi buruk bagi dunianya sendiri.
Bersimbah darah, kehilangan, dan rasa bersalah, ia melarikan diri ke dunia manusia untuk mengubur masa lalu. Di sana ia bertemu Areksa dan Leo, dua jiwa yang tanpa sadar menyeretnya kembali ke takdir yang tak bisa ia hindari.
Saat rahasia terbuka, pintu dimensi kembali terbuka...
dan perjalanan itu mempertemukan mereka dengan Zia yang dikhianati, Sho yang jiwanya hancur tanpa emosi, Varen yang hidup dalam trauma keluarganya, serta banyak jiwa lain yang mencari arti pulang.
Mereka membentuk Racceno-bukan karena takdir yang mulia, tetapi karena luka yang serupa.
Namun bayangan Rayzen, dendam masa lalu, alter ego Kazea, dan kebenaran yang disembunyikan keluarga Sentil... perlahan mengulurkan tangan untuk merenggut segalanya.
Dalam dunia di mana kepercayaan mudah runtuh, pengkhianatan datang dari orang terdekat, dan cinta pun bisa berubah menjadi racun-Kazea harus memilih:
menyelamatkan semua orang, atau... menyelamatkan dirinya sendiri.
Sebab pada akhirnya,
bahkan cahaya pun bisa hancur,
dan kegelapan pun bisa menangis.
Membuka mata di dunia antah berantah, gadis modern abad 21 yang terbiasa dengan ponsel dan wifi itu kini harus menerima takdirnya menjadi seorang pembuat roti di ibu kota abad entahlah.
Sial, bahkan didunia barunya tidak pakai kalender sebelum masehi dan masehi seperti dunia asalnya!
Katanya sih sekarang tahun ke-671 A.A.
Tak ada pilihan lain, Aria- sekarang telah berubah menjadi Elira, memilih menerima kehidupannya sebagai pemilik toko kue sekaligus pembuat roti di ibu kota kekaisaran.
Tapi, sepertinya dewa di dunia baru ini tidak menyukainya. Setelah Elira mulai menikmati hidupnya di dunia asing ini- gadis itu dihadapkan dengan masalah baru. dia bangun dengan pria asing di kasurnya. Biadabnya lagi, pria itu adalah KAISAR?!
Kaisar gila yang membunuh seluruh anggota keluarganya, kini berada di kasur gadis itu.
Elira ingin menangis.
_________________